Cara Mengatasi Cucak Ijo Didis Di Lapangan

cara mengatasi cucak ijo didis


    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh jumpa lagi di Master kicauan kali ini kita akan membahas mengenai cara mengatasi didis pada cucak ijo,  sebenarnya permasalahan Didis pada cucak ijo adalah permasalahan klasik tips dan cucak hijau adalah dua hal yang memang tidak bisa terpisahkan karena memang Didis adalah salah satu karakter dari cucak ijo itu sendiri. sebenarnya permasalahan didis disini bisa kita atasi asalkan kita bisa jeli melihat karakter dari gacoan kita.

  • penyebab pertama burung didis adalah burung yang akan mengalami fase mabung atau burung dalam kondisi pasca mabung ataupun pasca nyulam, kita harus perhatikan dengan Jeli apakah untuk pasca mabung itu masih meninggalkan ketombe atau tidak, ketombe ini terbentuk dari sel-sel kulit mati yang terdapat pada pangkal bulu burung. pasca mabung biasanya jika masih meninggalkan ketombe yang banyak akan mengakibatkan burung lebih sering didis. untuk mengatasi ketombe pada cucak ijo kita bisa gunakan air sirih yang dicampur dengan garam, jadi untuk air sirih dan garam kita gunakan untuk mandi. untuk proses sendiri bisa dengan semprot ataupun dengan menggunakan keramba disesuaikan dengan kebiasaan sehari-hari burungya sendiri dan untuk penjemurannya sendiri kita gunakan sistem sauna. jadi kondisi burung basah dengan kerodong kering kita sauna kurang lebih intensitasnya satu jam dari jam 08.00 sampai jam 09.00 tidak direkomendasikan untuk biasa 09.00. karena udaranya sedang sangat panas sekali.
  • untuk faktor selanjutnya itu adalah burung mengalami kelembaban yang kurang pada bulu-bulunya biasanya untuk karakter burung yang suka mandi itu membutuhkan kelembaban yang lebih tinggi dibandingkan dengan burung dengan karakter yang kurang suka mandi. untuk burung dengan kondisi yang suka mandi itu disarankan tidak perlu lama untuk penjemurannya cukup 15-30 menit itupun kita lihat kondisi cuaca di tiap daerah. jika kondisinya terlalu panas disarankan hanya paling 10-15 menit sudah cukup. jadi ketika kita penjemuran itu over kita bisa lihat untuk burung dengan karakter tersebut biasanya akan intensitas didisnya lebih lama karena dia akan mengalami gatal pada kulitnya karena kehilangan kelembaban secara ekstrim. klo dari proses penyembuhan itu sendiri tuh penyebab selanjutnya bisa juga dari tungau ataupun utuh. Nah untuk tengau dan kutu ini kita bisa gunakan shampo yang dijual di pasaran untuk bahan alaminya kita bisa gunakan rebusan air sirih ataupun dengan menggunakan air bekas cucian beras kita mandikan dengan basah kuyup. untuk hitungan waktu kutu ini kita harus pegang burungnya jadi kita pegang burungnya usahakan dengan sistem semprot jadi di air shampo ataupun air rebusan sirih itu kita bisa pastikan masuk ke sela-sela bulunya sehingga jika ada kutu atau tungau itu bisa mati. karena untuk mengatasi kutu sendiri untuk kerodongnya jangan dicampur dengan krodong milik burung lain. karena bisa jadi ada kutu yang menempel dikerodong dan menular ke burung yang lain usahakan krodong itu setelah kita pakai itu kita jemur untuk mematikan kutu atau tungau yang masih menempel di krodong burung kita. hal lain yang perlu diperhatikan adalah kebersihan sangkar jadi kebersihan sangkar dan kerodong itu harus kita perhatikan juga, karena kebersihan sangkar itu sangat mempengaruhi kesehatan dari burung kita.
    Demikian info yang bisa saya berikan untuk kesempatan ini Terima kasih sudah sudah membaca tulisan saya dan jangan lupa untuk yang baru gabung follow dan komen yang baik dan sopan. sampai ketemu di tulisan saya selanjutnya salamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Posting Komentar

0 Komentar